| entries | profile | affiliates | tagboard | plugboard | site |
puasa rajab?
Tuesday, May 22, 2012


gua mau ngepost something yg kadang bikin orang salah kaprah ini nih check this out

Perta
Pertanyaan:
Akhir-akhir ini, banyak orang yang berpuasa di awal bulan Rajab. Saya ingin bertanya, apakah ada tuntunannya dari Rasulullah puasa hanya di awal bulan Rajab atau hanya beberapa hari saja di bulan Rajab?
Hendra Irawan (**hendra@***.com)
Jawaban:
Bismillah. Tidak terdapat amalan khusus terkait bulan Rajab, baik bentuknya shalat, puasa, zakat, maupun umrah. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadis yang menyebutkan amalan di bulan Rajab adalah hadis dhaif dan tertolak.
Ibnu Hajar mengatakan, “Tidak terdapat riwayat yang sahih yang bisa dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh, puasa di tanggal tertentu di bulan Rajab, atau shalat tahajud di malam tertentu. Keterangan saya ini telah didahului oleh keterangan Imam Abu Ismail Al-Harawi.” (Tabyinul Ujub bi Ma Warada fi Fadli Rajab, hlm. 6)

Imam Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak terdapat dalil yang sahih yang menyebutkan adanya anjuran shalat tertentu di bulan Rajab. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat Raghaib di malam Jumat pertama bulan Rajab adalah hadis dusta, batil, dan tidak sahih. Shalat Raghaib adalah bid’ah, menurut mayoritas ulama.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213)
Terkait masalah puasa di bulan Rajab, Imam Ibnu Rajab juga menegaskan, “Tidak ada satu pun hadis sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus. Hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah, bahwa beliau mengatakan, ‘Di surga terdapat istana untuk orang yang rajin berpuasa di bulan Rajab.’ Namun, riwayat ini bukan hadis. Imam Al-Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah, ‘Abu Qilabah termasuk tabi’in senior. Beliau tidak menyampaikan riwayat itu, melainkan hanya kabar tanpa sanad.’” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213)

Akan tetapi, jika seseorang melaksanakan puasa di bulan Rajab dengan niat puasa sunah di bulan-bulan haram maka ini diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Mengingat sebuah hadis yanng diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi dan yang lainnya, bahwa suatu ketika, seseorang dari Suku Al-Bahili datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia meminta diajari berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatkan, “Puasalah sehari tiap bulan.” Orang ini mengatakan, “Saya masih kuat. Tambahkanlah!” “Dua hari setiap bulan.” Orang ini mengatakan, “Saya masih kuat. Tambahkanlah!” “Tiga hari setiap bulan.” Orang ini tetap meminta untuk ditambahi. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasalah di bulan haram dan berbukalah (setelah selesai bulan haram).” (Hadis ini dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dinilai dhaif oleh ulama lainnya).
Juga diriwayatkan bahwa beberapa ulama salaf berpuasa di semua bulan haram, di antaranya: Ibnu Umar, Hasan Al-Bashri, dan Abu Ishaq As-Subai’i.
Catatan: Bulan haram artinya bulan yang mulia. Allah memuliakan bulan ini dengan larangan berperang. Bulan haram, ada empat: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).






komentar gue adalah, mungkin diatas ada hadis puasalah di bulan haram, tapi kita liat dulu statushadisnya 'shahih' apa 'engga'. nah kebetulan para ulama kan ada yang bilang shahih, ada yg bilang 'dhaif' juga atau 'lemah'. karena udah ada ulama yg berpendapat itu 'dhaif' jadi lebih baik kita tinggalkan. karena ga menutup kemungkinan kan kalo perawi nya itu ga jelas alias tukang bohong atau palsu juga. dan ga menutup kemungkinan juga kalo hadis nya itu bener, tapi balik lagi, kalo hadisnya emang belum tentu shahih itu ternyata amalannya tertolak loh! bahkan bisa bikin Allah SWT murka, bahkan karena itu sesuatu yg di ada-adakan bisa jadi bid'ah. nah bid'ah itu ga tanggung-tanggung, bisa mengundang kita ke neraka lho nauduzubillah :O


jadi lebih baik kerjain aja amalan yg udah pasti keshahih an hadisnya, contohnya nih puasa senin-kamis sama puasa 3 hari di setiap bulan Hijriah, itu hadisnya pasti banget deh SHAHIH (y). kesimpulannya adalah daripada kita meragu mending kita jalanin yg pasti-pasti aja deh, pasti shahihnya insya allah dapet pahala kalo dikerjain dengan ikhlas. ibarat snmptn nih ye, kalo dikerjain bener dapet 4 kalo salah -1 kalo ga diisi 0. mendingan gausah di isi sekalian kan daripada kejebak ntar dapet minus? hehe
wallahualam bisshowab :)









22.5.12 | back to top

Disclaimer

Welcome to my site! Enjoy! :) You can have it all. Just not all at once. -Oprah Winfrey
Rewind