| entries | profile | affiliates | tagboard | plugboard | site |
Teruntuk yang akan ku panggil Ibu, Bunda, Mama, Mami, Ummi mertua
Thursday, October 23, 2014


Assalamualaikum Ibu, Bunda, Mama, Mami,  Ummi.
Apa kabarnya kah, Bu?
Mungkin saya harus manggil Ibu dulu saja yah karena lidah ini sudah terbiasa dengan panggilan itu hehe.
Maaf kalau sampai sekarang kita belum pernah bertemu, atau sebenarnya sudah, Bu? Sampai saya belum sempat mengenalkan diri properly.
Izinkan saya memperkenalkan diri, Bu.
Nama saya Nurina Ulfa, biasa dipanggil Ulfa atau Nui.
Saya gadis keturunan Jawa-Palembang dan ada Arab-nya sedikit, Bu ehehee.
Tahun ini saya berada di penghujung umur belasan, 19 tahun, muda sekali bukan?
Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 di Pendidikan Bahasa Inggris Unila Bu, mohon doanya agar cepat lulus jadi guru yang cerdas dan kehadirannya selalu dinantikan oleh murid.
Saya tau bahwa ini terlalu dini, tapi kelak dalam beberapa tahun yang akan datang hal seperti ini tidak terelakkan untuk dibahas.
Izinkan saya menyampaikan beberapa hal, Bu.
Untukmu, seorang wanita yang akan menjadi Ibu ku juga..
Izinkan saya, untuk menjadi satu-satunya yang Ibu restui untuk mendampingi anakmu, Bu.
Walopun saya dengan kekurangan yang saya punya mungkin tidak memuaskan di mata Ibu untuk menjadi seorang menantu.
Izinkan saya, menjadi seseorang yang merawatnya nanti, yang mengingatkannya, yang selalu ada untuknya ketika dia hidup mandiri nanti.
Walopun saya tau, sebagian besar diri saya adalah orang yang ceroboh dan seringnya grasa-grusu.
Izinkan saya, menjadi tempatnya bersandar saat dia lelah, tempat dia berbagi kala suka, ikut berbahagia dan tetap mengingatkan kala dia berada di puncak, dan tetap bersamanya dan tidak kemanapun ketika hidup terasa sulit.
Walopun saya tau, saya dengan banyak cacat yang ada, kadang merasa tidak sabar menghadapi diri sendiri.
Untukmu yang akan kupanggil Ibu, Bunda, Mama, Mami, Ummi mertua.
Izinkan saya seorang gadis yang biasa-biasa saja ini yang kadang persisten dan  tak sabaran untuk menjadi anakmu juga.
Meskipun engkau harus mengakui bahwa dibalik sifat-sifat itu, calon anak gadismu ini adalah orang yang ramah, penyayang dan suka membuat kue. ✌
Izinkan saya menggantikan seluruh tugasmu,  pada saatnya nanti, ketika Ibu harus melepas anak lelaki kebanggaanmu untuk menikahi aku, Bu.
Meskipun saya tau, bagimu rasanya tidak ada yang cukup pantas untuk mendampingi dia yang selalu menjadi kesayanganmu.
Izinkan saya dan dia, saling mendampingi sampai akhir.
Saling mendewasakan diri seiring waktu berjalan.
Saling menegur baik-baik apabila ada yang tidak berkenan di hati.
Saya tidak akan berjanji apapun yang akan menyenangkan Ibu sekarang, karena mungkin itu sifatnya hanya sesaat. Tapi yang bisa saya janjikan seperti kata Ibu Ainun ke Pak Habibie "Saya tidak bisa berjanji untuk jadi istri yang baik, tapi saya berjanji untuk selalu mendampingimu".
Terlepas dari itu, saya akan terus berusaha untuk menjadi pendamping dan teman hidup yang baik untuknya kelak, Bu, Insya Allah. Jadi, Ibu tidak usah khawatir apabila dia belum makan, karena saya akan memasakkan makanan enak untuknya. Kalau dia sakit, mungkin obat herbal akan lebih cocok untuknya, dan apabila dia rindu dengan wanita yang telah melahirkannya dia bisa sebanyak yang dia mau untuk menemui cinta pertamanya, Bu. Ibu tidak usah khawatir. ❤
Dan dari itu semua, saya tau Ibu sedang mempersiapkan anak lelakimu untuk menjadi imam yang baik, yang sholeh lagi menghormati perempuan. Dan saya, sebelum waktu kita akan dipertemukan nanti, akan memperbaiki diri sebaik kriteria calon menantu yang Ibu idamkan.
Mungkin hanya itu, Bu yang bisa saya sampaikan disini. Mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan di hati Ibu. Bagaimanapun, saya akan tetap menyayangi anak lelaki kebanggaanmu, Bu.
Salam sayang dari calon anak menantu mu, Nurina.
P.S. Sampai ketemu di akad nikah, Bu, mwah!❤


23.10.14 | back to top

Disclaimer

Welcome to my site! Enjoy! :) You can have it all. Just not all at once. -Oprah Winfrey
Rewind